type='text/javascript'/>

Rabu, 17 Agustus 2011

Profil Desa Angseri


     Desa Angseri yang memiliki empat banjar tentunya memiliki potensi di masing- masing banjar tersebut. Berikut profil singkatnya:
Banjar pertama adalah Banjar Tegeh. Sebagian besar penduduk Banjar Tegeh berprofesi sebagai petani. Mereka memiliki banyak lahan yang ditanami berbagai macam sayuran, buah-buahan, dan juga padi. Hal tersebut sangat berpotensi untuk dijadikan daerah agrowisata di Desa Angseri mengingat banyak sayuran dan beberapa buah-buahan yang dengan suburnya tumbuh di lahan penduduk. Namun para penduduk belum sepenuhnya menyadari akan kekayaan alam yang ada di banjar mereka sehingga diperlukan usaha yang maksimal untuk pemberdayaan masyarakat yang tentunya dibimbing oleh pengurus desa dan didukung oleh masyarakat itu sendiri.
Banjar kedua adalah Banjar Angseri. Sebetulnya Angseri Kaja dan Angseri Kelod berpisah, namun disatukan oleh desa pakraman yang menjadikan Angseri Kaja dan Angseri Kelod menjadi sebuah desa pakraman. Potensi utama Desa Wisata Alam Angseri adalah keanekaragaman sumber daya alam yang alami, Desa ini memiliki  sumber Air Panas Angseri sebagai salah satu obyek wisata unggulan di desa Angseri dan bahkan unggulan di Pulau Bali, disini juga terdapat hutan bamboo. Desa "Wisata Alam" Angseri sebetulnya sebuah nama baru yang dianugerahkan awal tahun 2008 selepas keberhasilan pengembangan potensi desa yang alami sebagai salah satu daerah tujuan wisata alternatif. Di Wisata Alam Air Panas Angseri terdapat sebuah kolam renang dewasa dan sebuah kolam renang anak lengkap dengan fasilitas bermain. Semuanya berair hangat. Selain itu juga telah dibangun 6 bilik tertutup untuk berendam dengan kapasitas maksimal 5 orang per bilik, toilet, sebuah kantin, dan sebuah restoran yang dilengkapi dengan satu bilik dengan suhu 46 derajat celcius. Di samping kolam renang dewasa, terdapat sebuah air terjun kecil yang cukup indah. Air terjun ini berair hangat dan berwarna jingga karena mengandung belerang. Dari Sumber Air panas dialirkan melalui pipa menuju kolam renang dan bilik berendam. Air panas alam ini menurut kepercayaan masyarakat setempat dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit, karena mengandung belerang. Hal ini bisa dilihat di air terjun yang berwarna jingga, yang menunjukkan adanya kandungan belerang di air tersebut. Pada musim panas, akan terlihat warna jingga, merah, atau kuning. Tetapi pada musim dingin atau hujan, biasanya air akan berwarna hijau gelap karena sinar matahari lebih jarang sehingga mikroba menghasilkan lebih banyak klorofil. Pada bagian tengah akan berwarna biru.
Banjar terakhir adalah Banjar Munduk Lumbang. Potensi yang dimiliki oleh banjar ini adalah organic farm yang terdapat di tengah-tengah dusun. Organic farm ini merupakan milik warga berkebangsaan asing. Dengan adanya wirausaha seperti ini diharapkan membuka wawasan para warga disana untuk tak ragu untuk memulai usaha apa saja yang memungkinkan disana dengan ditunjang oleh kekayaan alam Munduk Lumbang. Salah satunya adalah penggunaan pupuk organic yang sekarang ini sudah mulai digemari. Selain itu, dusun ini juga mempunyai keunikan tersendiri dalam berbahasa. Bahasa yang digunakan terdengar menggunakan logat melayu. Menurut sumber dari penduduk setempat, hal ini dikarenakan oleh penduduk Munduk Lumbang yang merupakan pindahan dari penduduk Karangasem. Perpaduan dialek Karangasem dan Angseri menghasilkan dialek baru yang bisa ditemukan di desa Munduk Lumbang.

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More